BATERAI LISTRIK

Riset Baterai Aluminium untuk Mobil Listrik Tahan Dingin Ekstrem

Riset Baterai Aluminium untuk Mobil Listrik Tahan Dingin Ekstrem
Riset Baterai Aluminium untuk Mobil Listrik Tahan Dingin Ekstrem

JAKARTA - Mobil listrik selama ini kerap menghadapi tantangan besar ketika beroperasi di lingkungan bersuhu dingin ekstrem. Penurunan performa baterai hingga memperlambat waktu pengisian menjadi kendala utama, sehingga kendaraan listrik masih dianggap kurang cocok untuk wilayah bersalju berat seperti di Eropa Utara atau Kanada. Namun riset terbaru dari China menunjukkan hasil yang mengubah persepsi ini setelah pengujian baterai berbasis aluminium menunjukkan performa menjanjikan di suhu sangat rendah.

Baterai Aluminium Tetap Efisien di Suhu Minus Tinggi

Para peneliti dari Chinese Academy of Sciences melakukan pengujian lapangan di Provinsi Heilongjiang, salah satu wilayah terdingin di China, dengan memasang baterai aluminium pada mobil produksi dan mendedikasikannya pada suhu –25 derajat Celsius selama 24 jam sebelum digunakan berkendara.

Hasilnya menunjukkan bahwa baterai tersebut berhasil mempertahankan efisiensi pelepasan energi di atas 92 persen saat digunakan dalam kondisi berkendara biasa di lingkungan kota nyata. Bahkan di suhu beku tersebut, baterai mampu mencapai sekitar 90 persen kapasitas daya ulang hanya dalam waktu kira-kira 20 menit pengisian.

Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi baterai aluminium mampu memberikan performa unggul dibandingkan baterai lithium-ion konvensional yang biasanya mengalami penurunan waktu pengisian dan kapasitas di bawah nol derajat.

Rahasianya Terletak pada Teknologi Anoda Aluminium

Keunggulan baterai ini terletak pada penggunaan elektroda negatif berbasis aluminium yang dimodifikasi dengan paduan logam tertentu. Modifikasi ini bertujuan meningkatkan mobilitas ion dan menjaga kepadatan energi meskipun berada pada suhu yang sangat rendah.

Secara teori, baterai ini mampu beroperasi secara stabil dalam rentang suhu yang sangat luas, mulai dari –70 derajat Celsius hingga +80 derajat Celsius. Selain itu, sistem manajemen termal baterai mampu membuang panas selama proses pengisian tanpa perlu pemanas tambahan yang selama ini sering dibutuhkan oleh baterai konvensional di musim dingin.

Uji Lapangan Bukan Sekadar Eksperimen Laboratorium

Yang membuat inovasi ini semakin menarik adalah fakta bahwa pengujian tidak hanya dilakukan di laboratorium, melainkan juga di dunia nyata. Baterai aluminium tersebut dipasang pada SUV listrik produksi massal yang sudah dipasarkan secara global. Kendaraan itu kemudian digunakan dalam siklus berkendara nyata untuk mengevaluasi performa baterai. Hal ini penting, karena banyak teknologi baterai yang hanya menunjukkan performa baik dalam pengujian laboratorium namun gagal mempertahankan performa ketika digunakan di kondisi nyata.

Dalam pengujian jalan ini, sensor suhu serta performa baterai tetap berada dalam batas aman sepanjang percobaan, menandakan potensi besar dari baterai berbasis aluminium dalam penggunaan praktis kendaraan listrik di iklim dingin ekstrem.

Potensi Besar untuk Pasar Kendaraan Listrik Globa


Jika pengembangan baterai aluminium ini terus berlanjut dan berhasil masuk tahap produksi massal, teknologi ini berpotensi membuka peluang besar bagi pasar kendaraan listrik di wilayah dingin ekstrem yang selama ini masih skeptis terhadap kendaraan listrik.

Negara-negara dengan iklim bersalju, seperti negara-negara di Eropa Utara, Kanada, dan beberapa wilayah di Asia Utara, bisa saja menjadi pasar baru yang lebih optimal bagi kendaraan listrik. Teknologi ini juga menunjukkan bahwa baterai yang lebih tahan terhadap suhu beku bisa mengurangi ketergantungan pada sistem pemanas internal yang biasanya membutuhkan lebih banyak energi, sehingga meningkatkan efisiensi keseluruhan kendaraan listrik.

Langkah Selanjutnya dalam Pengembangan Teknologi Baterai

Meskipun hasil awal ini tampak sangat menjanjikan, tantangan dalam pengembangan baterai untuk produksi massal tetap ada. Peneliti dan produsen masih perlu memastikan bahwa teknologi baterai aluminium bisa diproduksi secara efisien dan aman dalam skala besar tanpa mengorbankan biaya atau kualitas. Selain itu, integrasi baterai aluminium ini dalam lini produksi kendaraan listrik global juga memerlukan penyesuaian pada desain dan sistem manajemen kendaraan.

Namun jika berbagai tantangan tersebut dapat diatasi, baterai aluminium ini bisa menjadi salah satu solusi utama untuk membuat kendaraan listrik lebih tangguh di berbagai kondisi lingkungan, khususnya di suhu sangat rendah yang selama ini menjadi hambatan signifikan dalam adopsi EV di iklim dingin.

Dengan demikian, riset baterai aluminium yang tahan dingin ekstrem menjadi sebuah terobosan penting dalam perkembangan teknologi kendaraan listrik yang lebih universal dan adaptif terhadap beragam kondisi iklim di seluruh dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index