ASURANSI

Zurich Syariah Dan Pemain Asuransi Syariah Fokus Pada Produk Kendaraan Untuk Capai Target Pertumbuhan 18 Persen

Zurich Syariah Dan Pemain Asuransi Syariah Fokus Pada Produk Kendaraan Untuk Capai Target Pertumbuhan 18 Persen
Zurich Syariah Dan Pemain Asuransi Syariah Fokus Pada Produk Kendaraan Untuk Capai Target Pertumbuhan 18 Persen

JAKARTA - Industri asuransi syariah di Indonesia menunjukkan dinamika baru memasuki tahun 2026, dengan sejumlah perusahaan menargetkan pertumbuhan dua digit setelah tantangan yang cukup berat pada periode sebelumnya.

Menurut Presiden Direktur Zurich General Takaful Indonesia, Hilman Simanjuntak, fokus utama Zurich Syariah adalah mengoptimalkan penjualan produk asuransi kendaraan bermotor sebagai pemicu utama pertumbuhan bisnis mereka pada tahun ini. Produk tersebut diklaim menyumbang porsi terbesar dari portofolio perusahaan, sehingga menjadi andalan untuk mencapai laju pertumbuhan premi 18 persen yang ditargetkan.

Asuransi kendaraan bermotor syariah seperti yang ditawarkan oleh Zurich dikenal memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis risiko kerusakan atau kehilangan pada kendaraan peserta melalui akad yang sesuai prinsip syariah, misalnya wakalah bil ujrah dan tabarru’ yang menekankan prinsip tolong-menolong dalam pengelolaan dana.

Meskipun lini asuransi kendaraan di industri umum tercatat mengalami kontraksi pada 2025, hal ini tidak menyurutkan strategi Zurich Syariah untuk memperluas penetrasi produk serupa di segmen syariah, dengan menyesuaikan pendekatan pemasarannya di berbagai kanal distribusi.

Perubahan Tren Permintaan Produk Asuransi Syariah

Perkembangan industri asuransi syariah secara nasional berjalan beriringan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap solusi proteksi sesuai prinsip Islam dan perkembangan regulasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mendorong penguatan sektor ini melalui target sejumlah unit usaha syariah melakukan spin-off menjadi entitas mandiri sepanjang 2026, bertujuan memperkuat daya saing dan kapabilitas institusi syariah.

Meskipun pertumbuhan aset industri syariah secara keseluruhan masih moderat, ada indikasi bahwa lini asuransi umum syariah, termasuk produk kendaraan bermotor dan perlindungan lain, mulai menunjukkan kontribusi yang lebih besar terhadap total pertumbuhan aset dari tahun ke tahun.

Selain itu, pertumbuhan premi syariah secara umum masih tercatat positif walau skala pasar keseluruhan relatif kecil dibandingkan industri konvensional. Hal ini mencerminkan peluang yang masih cukup besar untuk penetrasi lebih lanjut, terutama di segmen yang belum tergarap optimal.

Dinamika Permintaan dan Tantangan Industri

Permintaan untuk produk asuransi syariah juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti literasi keuangan syariah dan persepsi masyarakat terhadap produk perlindungan berbasis nilai syariah. Meskipun kesadaran finansial syariah meningkat, penetrasi produknya masih relatif rendah, yang menjadi tantangan utama bagi para pemain industri.

Industri juga harus bersaing dengan produk konvensional yang lebih dikenal luas dan memiliki penetrasi pasar yang jauh lebih besar. Faktanya, dalam industri asuransi umum, produk kendaraan masih menjadi salah satu lini terbesar, meskipun pertumbuhan premi sempat mengalami penurunan karena faktor eksternal seperti perlambatan penjualan kendaraan bermotor.

Di sisi lain, inovasi produk dan pendekatan pemasaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat menjadi kunci untuk menarik minat lebih banyak peserta. Perusahaan syariah diharapkan dapat memperluas jangkauan melalui kanal distribusi digital, pengembangan produk mikro yang mudah diakses, serta edukasi yang menjelaskan keuntungan proteksi syariah secara lebih komprehensif.

Peran Literasi dan Edukasi Dalam Menopang Pertumbuhan

Sejumlah perusahaan asuransi syariah tidak hanya fokus pada penjualan produk, tetapi juga memperkuat literasi keuangan syariah di komunitas luas. Inisiatif seperti acara edukasi, seminar, dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan atau komunitas lokal menjadi bagian dari usaha mereka untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat asuransi syariah.

Peningkatan literasi ini dinilai penting karena tingkat inklusi produk syariah masih relatif rendah dibandingkan literasinya, sehingga upaya edukasi berperan dalam mengubah persepsi dan memperluas basis nasabah.

Prospek Pasar dan Harapan Pertumbuhan

Dengan strategi yang tepat dan penekanan pada produk unggulan seperti asuransi kendaraan bermotor, pelaku industri syariah menaruh harapan besar terhadap pencapaian target pertumbuhan yang ambisius pada 2026. Implikasi dari strategi ini sekaligus menunjukkan bagaimana perusahaan syariah menyesuaikan portofolio produk agar selaras dengan permintaan pasar yang terus berkembang.

Sukses dalam mencapai target pertumbuhan tidak hanya akan memperkuat posisi masing-masing perusahaan syariah di pasar, tetapi juga dapat memperluas kontribusi industri syariah terhadap sektor keuangan nasional, terutama di tengah upaya memperkuat inklusi keuangan dan proteksi berbasis nilai keagamaan yang semakin diminati masyarakat Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index