JAKARTA - DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dalam kunjungan kerja terbaru menekankan pentingnya penguatan Bank Kalteng sebagai motor perekonomian daerah. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi dan memastikan agar kinerja Bank Kalteng terus prima dalam menjalankan fungsinya sebagai bank pembangunan daerah (BPD) serta mendorong kontribusi lembaga keuangan milik daerah ini terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Menguatkan Fungsi Perbankan dan Kinerja BUMD
Para legislator dari DPRD Kalimantan Tengah melakukan peninjauan langsung terhadap operasional dan kinerja Bank Kalteng pada pekan ini sebagai bagian dari upaya evaluasi dan pengawasan terhadap bank milik daerah. Hadirnya wakil rakyat itu bertujuan memastikan bahwa Bank Kalteng dapat menjalankan fungsi intermediasi perbankan secara optimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, menyampaikan kepada awak media bahwa kunjungan ini bukan sekadar moment formalitas, melainkan bentuk konkret dari pengawasan legislatif terhadap BUMD di sektor perbankan. Menurutnya, dari survei awal hingga observasi lapangan, pelayanan Bank Kalteng menunjukkan kenyamanan bagi nasabah dan potensi ekonomi yang perlu terus ditingkatkan.
Ia menambahkan bahwa komitmen untuk memperkuat permodalan Bank Kalteng menjadi salah satu poin strategis yang didukung oleh DPRD, mengingat permodalan yang kuat menjadi fondasi untuk ekspansi bisnis sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Peran Bank Daera dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Sebagai BPD, Bank Kalteng memiliki tugas khusus—yaitu menyediakan akses kredit dan layanan perbankan yang mendukung sektor riil, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelaku usaha lokal lainnya. Kinerja perbankan daerah seperti ini dinilai penting untuk menopang aktivitas ekonomi di tingkat kabupaten dan kota, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat lebih merata di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Aktivitas pengawasan DPRD kali ini juga sejalan dengan tuntutan supaya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) perbankan dapat meningkatkan inovasi layanan dan strategi bisnis yang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat luas. Hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan profit, tapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Meningkatkan Kontribusi Bank terhadap PAD dan UMKM
Dalam pernyataannya, Junaidi menegaskan bahwa dewan ingin memastikan Bank Kalteng tidak hanya bertahan secara finansial, tetapi juga memperkuat kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). PAD yang kuat akan membantu pemerintah daerah dalam menyediakan anggaran untuk layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur—yang semuanya saling terkait dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat.
Faktor lain yang menjadi perhatian adalah fungsi intermediasi Bank Kalteng untuk menyalurkan dana kepada sektor produktif. Penyaluran kredit yang efektif akan membantu usaha kecil berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat struktur ekonomi lokal. Sekaligus, peningkatan kualitas layanan perbankan diharapkan semakin menarik minat masyarakat untuk menggunakan jasa formal keuangan yang pada gilirannya mendukung stabilitas ekonomi setempat.
Sinergi Pemerintah dan DPRD untuk Stabilitas Finansial Daerah
Salah satu poin penting yang ditekankan oleh DPRD selama kunjungan adalah pentingnya sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif daerah dalam mendukung Bank Kalteng. Melalui kolaborasi yang kuat, DPRD berharap kebijakan strategis untuk memperkuat bank daerah dapat diimplementasikan dengan baik, termasuk kebijakan permodalan serta inovasi layanan digital dan produk perbankan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan posisi Bank Kalteng sebagai penyedia layanan perbankan yang tangguh, tetapi juga memperluas dampaknya terhadap perekonomian lokal secara keseluruhan. Melalui pengawasan yang terukur dan dukungan kebijakan yang tepat, DPRD Provinsi Kalimantan Tengah optimis Bank Kalteng akan mampu tampil sebagai lembaga yang berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Walaupun demikian, tantangan seperti kebutuhan modal yang cukup besar dan persaingan di sektor perbankan nasional menjadi sorotan tersendiri. Bank pembangunan daerah seperti Bank Kalteng dituntut untuk terus memperkuat modal inti agar tetap kompetitif dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
DPRD Kalteng berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat dan pihak swasta, akan semakin menguatkan perbankan daerah dalam menjalankan peranannya. Sinergi ini dinilai esensial supaya perbankan daerah tidak hanya menjadi fasilitator keuangan, tetapi juga instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi regional secara berkelanjutan.
Dengan landasan sinergi kebijakan, dukungan legislatif, dan evaluasi kinerja yang berkelanjutan, DPRD Provinsi Kalimantan Tengah optimis Bank Kalteng dapat menjadi institusi keuangan yang semakin produktif, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas di masa mendatang.