JAKARTA - Produsen mobil listrik asal China, XPeng, resmi menggandeng Volkswagen Group untuk menghadirkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem mengemudi pintar.
Kolaborasi ini menjadi tonggak penting, karena Volkswagen menjadi pelanggan pertama di dunia yang mengadopsi perangkat lunak AI inti XPeng untuk jutaan kendaraannya.
Fokus utama kerja sama ini adalah sistem generasi kedua bernama VLA 2.0 (Vision-Language-Action). Sistem AI ini dirancang agar mobil listrik dapat “melihat” dan memahami lingkungan sekitar layaknya kemampuan manusia, termasuk menavigasi area sempit dan kompleks seperti jalan kampus.
Uniknya, teknologi ini tidak memerlukan peta digital, sehingga kendaraan dapat bergerak secara mandiri di berbagai kondisi.
CEO XPeng, He Xiaopeng, menjelaskan bahwa perangkat lunak ini hampir setara dengan kemampuan Level 4 otomatisasi, yang memungkinkan mobil menjalankan sebagian besar fungsi berkendara tanpa intervensi pengemudi. “Ini merupakan loncatan teknologi besar dalam industri otomotif,” ujar He Xiaopeng.
Visi Global dan Target Penjualan XPeng
Ambisi XPeng tidak berhenti pada teknologi AI. Perusahaan menargetkan penjualan 1 juta unit kendaraan listrik di pasar internasional pada 2030, dengan lebih dari 70 persen keuntungan berasal dari luar China.
Pada 2025, XPeng berhasil menjual 429.445 unit, lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, meski hanya 45.008 unit dijual di luar China. Perusahaan optimistis penjualan internasional akan kembali meningkat dua kali lipat pada 2026, seiring ekspansi ke pasar Eropa dan Asia Tenggara.
Target ini mencerminkan fokus XPeng pada pertumbuhan global, sekaligus menegaskan posisi mereka sebagai pemain utama di industri kendaraan listrik canggih. Dengan teknologi mengemudi pintar, XPeng ingin menawarkan nilai tambah yang membedakan produknya dari kompetitor.
Ekspansi Gerai dan Tenaga Kerja Global
Untuk mendukung pertumbuhan internasional, XPeng merencanakan pembukaan 680 gerai penjualan baru di seluruh dunia hingga akhir 2026. Fokus pasar utama mencakup Jerman, Norwegia, Prancis, Thailand, dan Israel.
Selain itu, XPeng juga menargetkan penambahan 8.000 tenaga kerja baru guna mempercepat proyek strategis, termasuk pengembangan AI, layanan robotaxi, dan kendaraan listrik generasi berikutnya. Pendekatan ini menunjukkan bahwa ekspansi global XPeng bukan sekadar penjualan, tetapi juga pembangunan ekosistem teknologi otomotif yang komprehensif.
Strategi ini memadukan inovasi produk, penetrasi pasar, dan penguatan sumber daya manusia untuk menciptakan fondasi pertumbuhan jangka panjang. Dengan demikian, perusahaan berharap dapat menguasai segmen kendaraan listrik canggih di pasar internasional.
Teknologi AI VLA 2.0: Revolusi Mengemudi Mobil Listrik
VLA 2.0 adalah inti dari kolaborasi XPeng-Volkswagen. Sistem ini memungkinkan mobil “memahami” lingkungannya, mengambil keputusan secara real-time, dan menavigasi kondisi jalan yang kompleks tanpa bantuan manusia.
Keunggulan ini terutama terlihat pada kemampuan mobil melintasi jalan sempit, persimpangan kompleks, dan area perkotaan padat, yang biasanya sulit diatasi oleh sistem mengemudi otomatis generasi sebelumnya.
He Xiaopeng menekankan, VLA 2.0 merupakan teknologi revolusioner yang mendekati standar Level 4, di mana kendaraan dapat menjalankan sebagian besar fungsi mengemudi secara mandiri.
“Dengan sistem ini, kami menghadirkan pengalaman berkendara lebih aman dan nyaman, sekaligus mendukung transisi ke transportasi cerdas,” jelasnya.
Selain itu, integrasi perangkat lunak ini pada skala global menunjukkan keyakinan XPeng bahwa kolaborasi lintas produsen dapat mempercepat adopsi mobil listrik pintar di seluruh dunia.
Rencana Masa Depan: Robot, Robotaxi, dan Mobil Terbang
XPeng juga mengembangkan teknologi lain sebagai bagian dari visi mobilitas masa depan. Perusahaan menargetkan produksi massal robot humanoid ‘Iron’ pada akhir 2026, sementara layanan robotaxi dijadwalkan segera menjalani uji coba publik.
Langkah ini menunjukkan bahwa XPeng tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik, tetapi juga membangun ekosistem mobilitas cerdas yang mencakup AI, robotika, dan kendaraan otonom. Visi ini sejalan dengan tren global menuju transportasi pintar, efisien, dan ramah lingkungan.
Dengan kombinasi AI canggih, ekspansi global, dan inovasi robotika, XPeng berupaya menjadi pemain utama di pasar otomotif masa depan, sekaligus mendukung adopsi kendaraan listrik secara lebih luas di Asia dan Eropa.
Dampak Kolaborasi bagi Industri Mobil Listrik
Kolaborasi dengan Volkswagen memberikan sinyal positif bagi industri mobil listrik global. Perusahaan Jerman menjadi pelanggan pertama yang mengintegrasikan software AI XPeng, yang dapat mendorong adopsi lebih luas di pasar internasional.
Selain meningkatkan keamanan dan kenyamanan, VLA 2.0 memungkinkan pengoperasian kendaraan secara efisien, mengurangi ketergantungan pada peta digital, dan membuka peluang integrasi dengan layanan transportasi pintar lainnya. Ini menjadikan XPeng sebagai pelopor teknologi mengemudi otomatis di segmen kendaraan listrik global.
Kerja sama lintas negara ini juga memperkuat posisi XPeng di ranah internasional, sekaligus memacu inovasi di industri mobil listrik. Dengan target penjualan internasional yang ambisius dan ekspansi infrastruktur global, XPeng siap bersaing di tingkat dunia.